Tampilkan postingan dengan label Z - PENGETAHUAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Z - PENGETAHUAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Desember 2010

Teralis


Rasa aman adalah kebutuhan bagi setiap orang. Karena itu banyak developer yang menerapkan sistem keamanan one gate system atau satu pintu untuk keluar dan masuk suatu cluster. Setiap orang yang akan masuk ke cluster tersebut harus melewati penjagaan satpan dan biasanya harus meninggalkan tanda pengenalnya untuk bisa memasuki cluster tersebut, kecuali penghuni tentunya. Namun bila masih merasa kurang aman juga maka masih bisa ditambahkan beberapa pengaman tambahan seperti menambah petugas keamanan, memasang CCTV atau menambah teralis pada jendela rumah.

Dari ketiga pengaman tersebut teralislah yang umumnya dipilih karena biaya yang diperlukan paling murah. Teralis, selain digunakan pada jendela biasanya juga dipasang pada tepi tangga dan teras atas.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memilih teralis :
  1. Disain
Saat ini fungsi teralis tidak saja sebagai pengaman tapi juga berfungsi untuk menambah keindahan ruangan. Karena itu pemilihan material dan motif pada teralis sebaiknya disesuaikan dengan tema dari ruangan atau rumah. Bila anda berencana membuat teralis untuk seluruh rumah, anda dapat menyeragamkan motif teralis dengan motif pagar, pembatas tangga dan pagar teras atas sehingga terlihat lebih rapi dan kompak dan  pemilihan finishing cat untuk teralis juga jangan sembaragan guna meningkatkan estetika.
  1. Material / Bahan
Ada beberapa macam material yang biasa digunakan untuk membuat teralis mulai dari besi biasa, besi cor, besi tempa, baja dan alumunium. Setiap material memiliki kelemahan dan kelebihan karena itu pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan anda.
  1. Biaya
Disain dan material yang anda pilih menjadi faktor penentu berapa biaya yang harus and keluarkan

Teralis biasanya dipasang secara permanen, hal ini seringkali menyulitkan penghuni rumah untuk menyelamatkan diri pada keadaan darurat, misalnya ketika terjadi kebakaran. Sebagai solusinya, anda dapat membuat satu teralis yang dapat dibuka tutup sehingga bisa berfungsi sebagai pintu ketika keadaan darurat. Anda tinggal menambahkan engsel dan kunci selot pada teralis tersebut.

Sabtu, 25 Desember 2010

Menara Eiffel versus Super Steel

Apa jadinya bila Gustave Eiffel terlambat lahir 100 tahun dan baru memutuskan untuk membangun menara Eiffel hari ini , bukan di tahun 1887 silam? Jawaban yang mungkin adalah, dengan mengkonsumsi baja dengan bobot yang sama dengan Eiffel tahun 1887 yaitu sekitar 7300 ton , menara Eiffel baru ini akan menjadi 2 kali lebih tinggi dari aslinya, yaitu 600 meter. Atau apabila Gustave Eiffel bersikukuh ingin membangun dengan ketinggian 324 meter saja ( karena ukuran dan keindahannya maching dengan kota Paris ) maka ia cukup mengkonsumsi baja hanya setengahnya saja yaitu sekitar 4000 ton.

Jawaban itu bukanlah tebakan semata, tapi sudah menjadi realitas saat ini . Menara Eiffel yang asli tetap berdiri megah di kota Paris dengan ketinggian 324 meter. Adalah Seorang pengusaha Jepang bernama Hisakichi Maeda yang pada tahun 1958 terobsesi untuk membangun kembaran menara Eiffel sebagai lambang supremasi kemajuan kota Tokyo saat itu. “ Dengan kemajuan teknologi, membangun menara baja dengan ketinggian di atas 300 meter adalah hal yang mudah” kata Maeda. Dan ternyata memang benar, beruntunglah Maeda yang baru membangun Tokyo Tower di tahun 1958. Tidak seperti Gustave Eiffel yang ketika membangun menara Eiffel kemampuan manusia membuat besi hanya sebatas menghasilkan wrought iron , yaitu jenis baja awal yang diproses dengan sangat sederhana karena keterbatasan ilmu dan teknologi saat itu.Wrougth iron sebetulnya merupakan jenis baja karena sudah bisa dibentuk dan bukan jenis besi yang keras, tetapi orang –orang saat itu menyebutnya iron atau besi. Wrought iron memiliki kekuatan tarik hanya 200 Mpa. Dengan kekuatan seperti itu sangat wajar bila untuk membangun menara setinggi 324 meter dengan jenis self-supporting steel structure yaitu struktur bangunan baja 100 % tanpa bantuan bahan lain , dibutuhkan 7300 ton baja.

Tetapi bagi Maeda, saat membangun Tokyo Tower yang ternyata lebih tinggi 9 meter dibanding menara Eiffel, yaitu 333 meter, sudah tersedia teknologi pembuatan baja yang mampu membuat structural steel dengan kekuatan tarik yang dua kali lebih kuat dibanding wrought iron, yaitu 400 Mpa. , kuat maka jadi ringan ( strength-to-weight ratio )Hal ini membuat para insiyur sipilnya mendisain menara menggunakan bahan bahan baja dengan ketebalan yang lebih tipis dibanding menara Eiffel. Apabila menggunakan baja dengan kekuatan tinggi, maka untuk mendapat kekuatan tertentu akan dibutuhkan baja dengan ketebalan yang lebih tipis bila dibandingkan menggunakan baja dengan kekuatan yang lebih rendah, sehingga konsumsi baja menjadi lebih rendah dan bobot menara secara keseluruhan menjadi lebih ringan. Dengan baja yang kuat, berat menara bisa diturunkan sekitar 50 % tanpa kehilangan kekuatan dan keamanannya.Hal ini dapat menghasilkan efesiensi pemakaian material baja.Dan alhasil, Tokyo tower dengan ketinggian 333 meter dapat dibangun ‘hanya’ menggunakan 4000 ton baja saja.

Bagaimana dengan menara -menara baja yang dibangun sekarang dimana kekuatan tarik baja bisa mencapai 800 Mpa ( seperti HT800 ) atau sering disebut “Super Steel “. Menurut perhitungan teoritis bisa dibangun menara baja dengan ketinggian diatas 1500 meter. Secara aktual memang belum ada menara baja setinggi itu,tapi tunggu saja di tahun 2011 nanti,sebuah proyek yang disebut ”the rising-east project” berencana membangun New Tokyo Tower dengan ketinggian 610 meter di tengah kota Tokyo.
Sumber : http://ronne-hendrajaya.blogspot.com/

Jumat, 10 Desember 2010

Metode Perhitungan Struktur Baja


Metode perhitungan struktur baja ini mengacu pada SNI 03-1729-2002.
Tipe-tipe Baja Struktural Beserta Propertiesnya

Jenis Baja
Tegangan putus minimum, fu (Mpa)
Tegangan leleh minimum, Fy (Mpa)
Peregangan Minimum (%)
BJ 34
340
210
22
BJ 37
370
240
20
BJ41
410
250
18
BJ 50
500
290
16
BJ 55
550
410
13

Perencanaan Struktur Baja yang memikul gaya tarik aksial
Simbol yang digunakan :
Nu = Gaya aksial ultimate (maksimum)
Nn = Gaya aksial nominal (gaya aksial ultimate yang telah dikalikan faktor koreksi)
Untuk memikul gaya aksial, ada 2 kondisi kritis yang menjadi acuan perhitungan, yaitu :

Kondisi Failure akibat kondisi leleh
Untuk kondisi ini, maka faktor koreksi yang digunakan adalah ɸ = 0.9 dan Nu =Ag.Fy, sehingga :
Nn = ɸ x Nu
Nn = 0.9 x Ag x Fy
Dimana : Ag = Luas kotor penampang Baja
Fy = Tegangan yield (leleh) baja.

Kondisi Failure akibat terjadinya Fraktur
Untuk kondisi ini, maka faktor koreksi yang digunakan adalah ɸ = 0.75 dan Nu =Ae.Fu sehingga :
Nn = ɸ x Nu
Nn = 0.75 x Ae x Fu
Dimana : Ae = Luas efektif penampang Baja
Fu = Tegangan ultimate baja.
Secara singkat, hitung saja nilai dari  kedua rumus di atas dan diambil nilai yang terkecil. Permasalahan yang mungkin timbul adalah bagaimana menentukan luas kotor dan luas efektif dari suatu penampang. Luas kotor dan luas efektif mungkin timbul bila pada penampang terdapat sambungan yang mengurangi luasan penampang, misal sambungan baut.

Luas Bruto (Kotor) Penampang Baja.
Yang dimaksud dengan luas kotor penampang baja adalah luasan penampang baja total tanpa memperhitungkan adanya pengurangan luas penampang akibat lubang baut.

Luas Efektif Penampang Baja.
Yang dimaksud dengan luas efektif penampang baja adalah luasan penampang baja dikurangi dengan luasan penampang lubang untuk baut.
Melakukan perhitungan luas efektif Baja bergantung pada jenis – jenis sambungannya. Sambungan yang dapat digunakan antara lain sambungan baut dan sambungan las. Namun pada prinsipnya luas penampang efektif, Ae , besarnya adalah luas penampang total, A , dikalikan dengan faktor reduksi, U. Atau secara matematis ditulis sebagai berikut :
Ae = A x U

Untuk Sambungan Baut :
Pada prinsipnya jika terdapat beberapa lubang baut pada pelat, kita harus memperkirakan bentuk patahan yang mungkin terjadi. Contoh kasusnya seperti ini :


Dari gambar Patahan 1-2-3 tersebut, ada tiga buah lubang baut yaitu lubang 1 ,lubang 2 dan lubang 3. Model patahan yang mungkin muncul adalah 1 – 3, atau 1 – 2 – 3 (perhatikan jalur patahannya).

Rumus umum yang digunakan untuk kasus semacam ini adalah :
Ae = Ag – n x d x t – Σ (s2 x t/4u)
Untuk patahan 1 – 3, nilai s = 0 sehingga Ae = Ag – n x d x t.
Dimana : d adalah diameter lubang, t adalah tebal pelat dan n adalah banyaknya lubang baut.

Catatan : dalam SNI ditentukan bahwa luas total seluruh lubang baut tidak boleh melebihi 15% dari luas penampang utuh.

Untuk memahami darimana rumus ini diperoleh, kita harus mengamati penampang dari pelat tersebut. Bila digambarkan penampang pelat tersebut, kira-kira seperti ini :

Dari gambar penampang pelat tersebut terlihat bahwa luas efektif pelat adalah luas kotor penampang baja dikurangi dengan luas lubang (daerah putus – putus, diasumsikan persegi panjang) yaitu sebesar n x d x t.


Untuk Sambungan Las (Welding)
Jika l > 2w, maka U = 1
Jika 2w > l > 1.5w, maka U = 0.87
Jika  1.5w > l > w, maka U = 0.75
Dimana l adalah panjang las dan w adalah lebar pelat.
Sekian tutorial singkat mengenai perhitungan kapasitas aksial (tarik) penampang Baja.