Rabu, 02 Februari 2011

Tangga Minimalis

Tanya:
Rumah kami adalah rumah sedang renovasi yang rencananya akan menjadi 2 lantai. Kami membeli rumah tipe 36/84. Karena kami membangun rumah sesuai dengan dana yang ada sehingga rumah kami bangun secara bertahap.
Yang jadi kendala dan masih berdiskusi dengan suami adalah peletakan tangga yang rencananya akan diletakkan di dalam rumah dibagian ruang keluarga. Pertanyaannya bagai mana desain tangga yang cocok sehingga ruang buat tangga tersebut tidak terlalu makan tempat?
Terima kasih sebelumnya

Jawab:
Tangga memang merupakan salah satu elemen bangunan yang memakan tempat. Terlebih jika pilihan modelnya tak tepat, maka daerah di bawahnya tak bisa dimanfaatkan secara maksimal. 

Bentuk-bentuk tangga dikelompokkan dalam bentuk U, L, I, atau spiral. Bentuk mana yang cocok ditempatkan di ruang keluarga terpulang pada ukuran ruangan, serta selisih tinggi antara lantai dasar dengan lantai atas. Begitu juga soal letak.

Namun paling tidak, untuk membuat tangga perhatikan dasar standar ukurannya. Sebuah anak tangga paling tidak harus memiliki ukuran tinggi 18cm, lebar 90cm, kedalaman 20-30cm. Dengan memperhatikan ukuran standar ini kita bisa menghitung berapa panjang tangga dan keberadaannya dalam ruangan. Jika panjangnya melebihi ukuran ruang, maka bisa dibuat model L atau U.
Demkian semoga membantu. Rasantika M. Seta

Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Konsultasi/Arsitektur/Tangga-minimalis

Kamis, 30 Desember 2010

Teralis


Rasa aman adalah kebutuhan bagi setiap orang. Karena itu banyak developer yang menerapkan sistem keamanan one gate system atau satu pintu untuk keluar dan masuk suatu cluster. Setiap orang yang akan masuk ke cluster tersebut harus melewati penjagaan satpan dan biasanya harus meninggalkan tanda pengenalnya untuk bisa memasuki cluster tersebut, kecuali penghuni tentunya. Namun bila masih merasa kurang aman juga maka masih bisa ditambahkan beberapa pengaman tambahan seperti menambah petugas keamanan, memasang CCTV atau menambah teralis pada jendela rumah.

Dari ketiga pengaman tersebut teralislah yang umumnya dipilih karena biaya yang diperlukan paling murah. Teralis, selain digunakan pada jendela biasanya juga dipasang pada tepi tangga dan teras atas.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memilih teralis :
  1. Disain
Saat ini fungsi teralis tidak saja sebagai pengaman tapi juga berfungsi untuk menambah keindahan ruangan. Karena itu pemilihan material dan motif pada teralis sebaiknya disesuaikan dengan tema dari ruangan atau rumah. Bila anda berencana membuat teralis untuk seluruh rumah, anda dapat menyeragamkan motif teralis dengan motif pagar, pembatas tangga dan pagar teras atas sehingga terlihat lebih rapi dan kompak dan  pemilihan finishing cat untuk teralis juga jangan sembaragan guna meningkatkan estetika.
  1. Material / Bahan
Ada beberapa macam material yang biasa digunakan untuk membuat teralis mulai dari besi biasa, besi cor, besi tempa, baja dan alumunium. Setiap material memiliki kelemahan dan kelebihan karena itu pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan anda.
  1. Biaya
Disain dan material yang anda pilih menjadi faktor penentu berapa biaya yang harus and keluarkan

Teralis biasanya dipasang secara permanen, hal ini seringkali menyulitkan penghuni rumah untuk menyelamatkan diri pada keadaan darurat, misalnya ketika terjadi kebakaran. Sebagai solusinya, anda dapat membuat satu teralis yang dapat dibuka tutup sehingga bisa berfungsi sebagai pintu ketika keadaan darurat. Anda tinggal menambahkan engsel dan kunci selot pada teralis tersebut.

Sabtu, 25 Desember 2010

Menara Eiffel versus Super Steel

Apa jadinya bila Gustave Eiffel terlambat lahir 100 tahun dan baru memutuskan untuk membangun menara Eiffel hari ini , bukan di tahun 1887 silam? Jawaban yang mungkin adalah, dengan mengkonsumsi baja dengan bobot yang sama dengan Eiffel tahun 1887 yaitu sekitar 7300 ton , menara Eiffel baru ini akan menjadi 2 kali lebih tinggi dari aslinya, yaitu 600 meter. Atau apabila Gustave Eiffel bersikukuh ingin membangun dengan ketinggian 324 meter saja ( karena ukuran dan keindahannya maching dengan kota Paris ) maka ia cukup mengkonsumsi baja hanya setengahnya saja yaitu sekitar 4000 ton.

Jawaban itu bukanlah tebakan semata, tapi sudah menjadi realitas saat ini . Menara Eiffel yang asli tetap berdiri megah di kota Paris dengan ketinggian 324 meter. Adalah Seorang pengusaha Jepang bernama Hisakichi Maeda yang pada tahun 1958 terobsesi untuk membangun kembaran menara Eiffel sebagai lambang supremasi kemajuan kota Tokyo saat itu. “ Dengan kemajuan teknologi, membangun menara baja dengan ketinggian di atas 300 meter adalah hal yang mudah” kata Maeda. Dan ternyata memang benar, beruntunglah Maeda yang baru membangun Tokyo Tower di tahun 1958. Tidak seperti Gustave Eiffel yang ketika membangun menara Eiffel kemampuan manusia membuat besi hanya sebatas menghasilkan wrought iron , yaitu jenis baja awal yang diproses dengan sangat sederhana karena keterbatasan ilmu dan teknologi saat itu.Wrougth iron sebetulnya merupakan jenis baja karena sudah bisa dibentuk dan bukan jenis besi yang keras, tetapi orang –orang saat itu menyebutnya iron atau besi. Wrought iron memiliki kekuatan tarik hanya 200 Mpa. Dengan kekuatan seperti itu sangat wajar bila untuk membangun menara setinggi 324 meter dengan jenis self-supporting steel structure yaitu struktur bangunan baja 100 % tanpa bantuan bahan lain , dibutuhkan 7300 ton baja.

Tetapi bagi Maeda, saat membangun Tokyo Tower yang ternyata lebih tinggi 9 meter dibanding menara Eiffel, yaitu 333 meter, sudah tersedia teknologi pembuatan baja yang mampu membuat structural steel dengan kekuatan tarik yang dua kali lebih kuat dibanding wrought iron, yaitu 400 Mpa. , kuat maka jadi ringan ( strength-to-weight ratio )Hal ini membuat para insiyur sipilnya mendisain menara menggunakan bahan bahan baja dengan ketebalan yang lebih tipis dibanding menara Eiffel. Apabila menggunakan baja dengan kekuatan tinggi, maka untuk mendapat kekuatan tertentu akan dibutuhkan baja dengan ketebalan yang lebih tipis bila dibandingkan menggunakan baja dengan kekuatan yang lebih rendah, sehingga konsumsi baja menjadi lebih rendah dan bobot menara secara keseluruhan menjadi lebih ringan. Dengan baja yang kuat, berat menara bisa diturunkan sekitar 50 % tanpa kehilangan kekuatan dan keamanannya.Hal ini dapat menghasilkan efesiensi pemakaian material baja.Dan alhasil, Tokyo tower dengan ketinggian 333 meter dapat dibangun ‘hanya’ menggunakan 4000 ton baja saja.

Bagaimana dengan menara -menara baja yang dibangun sekarang dimana kekuatan tarik baja bisa mencapai 800 Mpa ( seperti HT800 ) atau sering disebut “Super Steel “. Menurut perhitungan teoritis bisa dibangun menara baja dengan ketinggian diatas 1500 meter. Secara aktual memang belum ada menara baja setinggi itu,tapi tunggu saja di tahun 2011 nanti,sebuah proyek yang disebut ”the rising-east project” berencana membangun New Tokyo Tower dengan ketinggian 610 meter di tengah kota Tokyo.
Sumber : http://ronne-hendrajaya.blogspot.com/

Minggu, 19 Desember 2010

Jenis Besi

Besi merupakan material yang mudah ditemukan. Dengan harga yang bervariasi, dari yang murah hingga mahal tergantung dengan dengan jenis dan ketebalan. Banyak orang yang menggunakan besi sebagai Railing Balkon, Tralis, Pagar dan Canopy

Ada tiga jenis besi yang banyak dipakai, yaitu besi hollow, solid, dan tempa. Besi hollow (kotak kopong), dapat dipergunakan sebagai railing dengan langkah bermacam-macam. Untuk merangkai besi, biasanya digunakan teknik sambung las.Hollow agak sulit dibentuk menjadi aneka bentuk. Biasanya railing dari besi hollow berbentuk garis-garis. Besi berbentuk bulat (solid), juga harus disambung dengan teknik las. Besi solid ini mudah ditekuk atau dibentuk menjadi aneka motif. Lebih cocok untuk membuat railing dengan aneka bentuk yang dikehendaki.
Jenis ketiga adalah besi tempa. Merupakan besi kotak solid yang ditempa lagi menjadi aneka bentuk dan motif sesuai selera, dan finishing dari besi tempa biasa dilapis bronze sehingga akan memberi efek warna cokelat keemasan dengan kesan mewah